KEMANA SETELAH INTERNSHIP?

Posted by doddy rizqi Kamis, 13 Desember 2012 8 komentar

SEBUAH PANDUAN SINGKAT, MUNGKIN BERGUNA :)


Program dokter internship makin ramai dibicarakan oleh orang yang mengerti akhir-akhir ini. Mungkin saja kementerian kesehatan sedang menggodok program ini di ibukota sana. Sementara itu para orang tua mahasiswa kedokteran berharap program dokter internship ini dihapuskan, katanya takut jauh sama anaknya. Lulusan baru UKDI saat ini sedang was-was menunggu undian ke daerah mana mereka akan ditempatkan. Lain lagi dengan para dokter muda yang masih rotasi klinik, mereka tentu banyak berdoa agar program dokter internship ditiadakan. Tetapi sayangnya malah beredar issue jika program ini akan diperpanjang waktu tempuhnya menjadi 2 tahun, mungkin dengan gaji yang lebih besar. Semoga saja.

Bagi anda yang saat ini sedang menjalani program dokter internship, tentunya berharap waktu cepat berlalu. Ada yang menyisakan 2 bulan lagi menuju akhir internship, ada juga yang tinggal 5 bulan, dan ada juga yang baru berjalan 3 bulan dari 12 bulan masa internship. Ketika selesai menjalani internship, jalan hidup seorang dokter umum akan bercabang banyak sekali. Pilihan yang dihadapi tentunya membuat pusing. Jangan sampai salah memilih, soalnya jalan yang anda tempuh setelah internship nanti akan menentukan dokter seperti apakah anda. Berikut pilihan yang mungkin bisa membantu anda setelah menyelesaikan program dokter internship nanti.

1. Mendaftar PNS (Pegawai Negeri Sipil)
Pilihan ini menjamin seorang dokter untuk mendapatkan pekerjaan. Jumlah dokter di negara kita ini masih terlalu sedikit. Apalagi untuk daerah pelosok atau kabupaten yang baru terbentuk. Jaminan gaji dan tunjangan menjadikan opsi ini salah satu opsi favorit yang layak dipilih.Selain itu anda bisa menjadi dokter keluarga, tentunya anda mendapatkan bayaran lebih. Seorang dokter PNS bisa bekerja sebagai dokter puskesmas ataupun dokter rumah sakit. Dokter puskesmas biasanya mempunyai jam kerja yang lebih santai daripada dokter rumah sakit. Kelemahan menjadi dokter PNS adalah jam kerja yang mengikat. Tapi jangan khawatir, seorang PNS tetap memiliki jatah cuti.


2. Mendaftar PTT (Pegawai Tidak Tetap)
Nah, bagi yang suka bertualang boleh memilih opsi ini. Gaji yang ditawarkan pemerintah jauh lebih besar dari gaji pokok PNS. Belum lagi pemerintah daerah memberikan tunjangan khusus. Biasanya dokter PTT terikat kontrak dan bisa diperpanjang. Kontrak yang ditawarkan dimulai dari 6 bulan atau 12 bulan. Umumnya PTT akan ditempatkan di pelosok. Tidak mungkin di kota besar, pasti sudah banyak dokter. Semakin ke pelosok biasanya gaji yang di dapatkan lebih besar. Lumayan ditabung untuk sekolah spesialis. Selain itu jika anda betah di daerah tersebut, peluang menjadi PNS di sana sangat terbuka lebar. 
Tips: pilihlah daerah dengan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang tinggi, anda berpeluang mendapatkan tunjangan daerah yang tinggi juga. Atau pilihlah daerah dengan tujuan wisata yang menarik seperti Raja Ampat. 
3. Bekerja di perusahaan swasta
Biasanya perusahaan yang diincar adalah perusahaan tambang atau perkebunan yang ada di luar jawa. Seperti papua, kalimantan dan sumatera. Anda tetap menjadi dokter, bukan menjadi pegawai perusahaan tersebut. Sebagai gambaran, anda akan berada di lokasi (tambang atau kebun) selama 8 minggu dan off 2 minggu. Selama anda bertugas di lokasi, anda akan diberi rumah dinas, biasanya sudah dengan fasilitas. Kelebihan dari opsi ini adalah gaji yang cukup besar (bahkan lebih besar dari gaji dokter PTT) serta fasilitas lengkap yang sudah disediakan perusahaan. Kasusnya pun relatif itu-itu saja seperti kecelakaan kerja dan kasus yang sedang endemis di lokasi tersebut. Keuntungan lain adalah anda bisa mencuri ilmu manajemen perusahaan tersebut, terutama bagi anda yang hobi wirausaha.
4. Bekerja di LSM lokal maupun internasional
Mungkin ini adalah opsi yang paling sedikit peminatnya. Bekerja di LSM memang tidak memberikan gaji yang besar, terlebih LSM lokal. Bagi dokter yang punya jiwa sosial tinggi boleh mengambil opsi ini. Apalagi yang suka jalan-jalan keluar negeri sambil mencari tantangan baru. Persaryaratannya tidak sulit-sulit amat, anda cukup membuat curriculum vitae (CV) dan sertakan kegiatan-kegiatan yang pernah anda lakukan terkait LSM yang anda pilih. Misalkan anda melamar menjadi dokter di LSM yang bergerak dibidang bencana alam, anda bisa menyertakan foto-foto sewaktu anda KKN semasa pendidikan dulu.
5. Sekolah Spesialis
Nah bagi anda yang orang tuanya sudah tajir (kaya kongenital) atau mempunyai mertua konglomerat, anda sebaiknya langsung ambil sekolah spesialis saja. Tidak perlu membuang umur terlalu lama, toh semua dokter umum (kebanyakan) ingin melanjutkan sekolah spesialis. Dokter PTT, dokter PNS, dan dokter perusahaan pun mengumpulkan uang juga untuk melanjutkan sekolah spesialis. Tidak dipungkiri biaya spesialis saat ini sangatlah mahal. Mungkin biaya tes dan semesteran masih terjangkau, tetapi karena saat menjalani sekolah tidak bisa buka praktek, untuk biaya hidup harus ada penjaminnya, terlebih bagi yang sudah mempunyai keluarga. Cara lain untuk sekolah spesialis adalah mencari beasiswa, bisa dari beasiswa depkes atau beasiswa pemerintah daerah. Jadi harus rajin cari info dan channel ya :).
 Tips: bagi anda yang belum menikah, sah-sah saja anda mencari calon pendamping hidup anak staf atau dokter spesialis senior di sebuah SMF fakultas kedokteran. Peluang anda untuk spesialis akan terbuka lebar. Bagi anda yang mengharapkan beasiswa daerah, sering-seringlah main dan silaturahmi ke pejabat dinkes setempat dan juga pengurus IDI di wilayah anda. Namanya juga usaha :)

6. Mengambil program S2
Opsi ini diambil bagi dokter yang kurang suka dengan ilmu klinis dan biasanya ingin mendalami suatu ilmu tertentu. Misal ilmu kesehatan masyarakat, manajemen, atau ilmu kedokteran dasar seperti anatomi, histologi, dan sebagainya. Tidak hanya di Indonesia, anda bisa menuntut ilmu hingga luar negeri. Lumayan buat nambah panjang gelar dibelakang nama. Kelebihannya, anda tetap bisa buka praktek dokter umum ketika melanjutkan sekolah program S2. Anda juga bisa menjadi seorang dosen di fakultas kedokteran. Prospeknya cukup cerah, mengingat semakin banyak fakultas kedokteran di negara kita ini.
7. Membuka klinik
Bagi yang punya jiwa wirausaha, opsi ini boleh dicoba. Anda membuka klinik pribadi. Jam kerjanya pun terserah anda. Anda boleh buka praktek dari pagi hingga sore. Prinsip membuka klinik sama dengan prinsip berdagang. Anda harus pintar ilmu marketing. Profesi dokter adalah profesi yang menawarkan jasa. Siapa yang memberi pelayanan jasa terbaik maka dia menang. Pasien anda akan banyak. Misal anda mempunyai pasien perhari 50 (asumsi buka dari 07.00-12.00) dengan jasa medis 20.000 rupiah, anda bisa mendapatkan 1.000.000 per hari. Hitung saja jika satu bulan. Pendapatan anda melebihi dokter PNS atau PTT. Keuntungan lainnya anda bisa mengkombinasikan klinik anda dengan apotek, pijat refleksi, dan sebagainya tergantung kreatifitas anda.
8. Beralih ke profesi lain
Biasanya ada mahasiswa kedokteran yang dipaksa masuk FK hanya untuk menyenangkan hati orang tuanya. Ketika mendapatkan titel dokter di depan namanya justru beralih ke profesi lain. Namanya juga mengikuti kata hati, jadi tidak bisa disalahkan. Tetapi dengan issue BPJS 2014 nanti,, pemerintah sepertinya tidak benar-benar serius menjamin kesejahteraan dokter. Bisa saja banyak dokter beralih ke profesi lain yang benar-banar menjanjikan. Apapun pilihan profesinya, harus tetap yang halal dan membawa manfaat untuk orang banyak.

Sekian berbagai peluang yang bisa diambil setelah menyelesaikan program internship nanti. Apapun itu pilihan sejawat, sesuaikan dengan hati nurani, bukan dengan paksaan. Selain itu yang lebih penting, anda harus enjoy menjalaninya. Rezeki niscaya akan mengikuti. 

Salam sejawat.
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: KEMANA SETELAH INTERNSHIP?
Ditulis oleh doddy rizqi
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://doddyrizqi.blogspot.com/2012/12/kemana-setelah-internship.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

8 komentar:

lizafathia mengatakan...

postingan yang menarik nih TS. hehehe
saya mau kemana ya setelah internship. mungkin ikut misua kali ya sekalian kuliah lagi

doddy rizqi mengatakan...

salam sejawat....

berarti ambil master ya mbak??

sepertinya mau keluar negeri nih hehehe

Anonim mengatakan...

dokter gigi buka praktek gaji gede kan bos?

doddy rizqi mengatakan...

Trgantung apakah praktek dokter ramai atau tidak. Jika kita, sebagai dokter, lebih mengutamakan pelayanan, pasien akan datang dengan sendirinya

Ini sudah jadi hukum alam baik untuk dokter maupun dokter gigi :-)

bone fasius mengatakan...

semua pilihan harus dipikirkan dgn baik.......salam sejawat

HUMAN'S BLOG mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
dr.Kiki Kusumawati mengatakan...

saya mau beralih profesi aja deh bang doddy, DJ, alias Dagang Jengkol..lumayan untungnya..hi..hi..hi :D

Ebenhaezer Wattimena mengatakan...

Walaupun mirip berdagang, tetapi praktik sebagai dokter adalah sangat berbeda, sebab sebagai dokter lebih sosial dan bertujuan menyembuhkan / merawat / memperbaiki penyakit atau kelainan seorang pasien (bukan clien). Yang memang melayani dengan hati demi kemanusiaan, namun akan dicintai banyak pasien yang memperolah kesembuhan oleh layanan dokter dengan tangan dingin dan berhati mulia, sehingga semakin banyak yang mempercayai dokter tersebut. Dan dengan demikian tanpa sengaja dokter tersebut semakin makmur karena ucapan terima kasih pasien berupa uang atau pun barang yang lazimnya hewan peliharaan seperti ayam, itik, bahkan juga beras, kelapa, dll. Sehingga dokter tidak perlu lagi mengeluarkan biaya utk itu. Selamat berbakti TS ku yang baik. Maju dan jayalah RI

Posting Komentar

Belajar SEO dan Blog support Online Shop Aksesoris Wanita - Original design by Bamz | Copyright of LONG LIFE LEARNING.