SALAH KAPRAH HIPERTENSI

Posted by doddy rizqi Minggu, 11 November 2012 15 komentar
Hipertensi merupakan bahasa medis yang menggambarkan keadaan tekanan darah arteri di atas normal. Tekanan darah sendiri adalah gaya atau tahanan dari dinding pembuluh darah arteri yang diukur ketika jantung mendistribusikan darah keseluruh tubuh. Ada dua jenis tekanan darah yakni tekanan darah sistolik dan diastolik. Tekanan sistolik menggambarkan tekanan dinding pembuluh darah arteri saat darah dipompa dari jantung ke seluruh tubuh. Sedangkan tekanan diastolik menggambarkan tekanan dinding pembuluh darah  arteri saat darah kembali ke jantung. Biasanya tekanan darah disebutkan dalam bentuk angka, tekanan darah sistolik (TS) per tekanan darah diastolik (TD) misal 110/70. 

JNC 7 adalah sebuah komite yang terdiri dari para ahli hipertensi. Mereka melakukan penelitian tekanan darah dan mempublikasikan pedoman diagnosis serta terapi terbaru hipertensi. Kategori tekanan darah terbaru yang saat ini dipakai adalah sebagaimana gambar berikut:




Dalam masyarakat kita terdapat cukup banyak salah kaprah mengenai darah tinggi. Salah kaprah ini justru menimbulkan miss diagnosis hingga gagal terapi. Banyak penderita hipertensi yang gagal terapi pada akhirnya  menimbulkan komplikasi berbagai organ. Berikut salah kaprah hipertensi yang sering saya temui di masyarakat:


1. Tekanan darah di bawah sama dengan 140/90 masih dianggap normal
    menurut JNC 7 tekanan darah dikatakan normal bila tekanan sistolik <120 dan tekanan diastolik <80. Jadi tekanan darah 120/80 saat ini sudah tidak termasuk normal melainkan termasuk kategori prehipertensi. Prehipertensi belum membutuhkan terapi obat, hanya dianjurkan pola hidup sehat
2. Usia > 40 tahun atau yang orang tua normal jika tensinya tinggi
    pernyataan ini sering saya temui di praktek umum atau di rumah sakit. Manusia dewasa berapapun usianya dari 18 tahun - 120 tahun tekanan darah yang normal adalah <120/<80. Jadi tidak tepat apabila ada seorang kakek / nenek yang tekanan darahnya 140/90 tidak mendapatkan terapi.


3. Remaja atau dewasa muda (usia 25-35 tahun) tidak terkena penyakit hipertensi
    Remaja berusia 18 tahun pun sudah ada yang terkena hipertensi. Bahkan sudah ada beberapa kasus usia 25 tahun meninggal karena stroke. Saat ini angka kejadian hipertensi sudah menghantui usia remaja tidak hanya orang tua. Hal ini jelas dipengaruhi pola hidup tida sehat seperti sering mengkonsumsi makanan tidak sehat, kurang gerak, merokok dan stress.
4. Obat penurun darah tinggi hanya diminum kalau muncul gejala saja
    Hal ini jelas tidak tepat, obat penurun darah tinggi atau obat anti hipertensi harus diminum seumur hidup. Banyak penderita yang berhenti minum obat ketika keluhan hilang (umumnya mengeluh sakit kepala). Padahal ketika obat tidak diminum tekanan darah akan kembali tinggi dan bisa menyebabkan kerusakan organ seperti otak, jantung dan ginjal. Jika ada kesulitan meminum obat, konsultasikan ke dokter anda. Saat ini sudah banyak pilihan obat anti hipertensi untuk memudahkan penderita hipertensi.
5. Obat darah tinggi harganya mahal
    Siapa bilang? mungkin iya jika obat yang diberikan adalah obat paten. Captopril (salah satu anti hipertensi yang paling terkenal) harga satu keping (10 tablet) 5000 rupiah. Untuk pasien JAMKESMAS sudah dijamin pemerintah, tinggal minta gratis di puskesmas, so sudah tidak alasan untuk tidak berobat :)
tips : jika diresepkan obat paten oleh dokter anda, untuk selanjutnya tinggal beli obat generiknya, soalnya harga obat generik jauh lebih murah. Biasanya pada kemasan obat paten yang diresepkan ada nama generiknya, anda tinggal beli di apotik, tapi anda harus tetap kontrol ke dokter ya :)

6. Timun dapat mengobati hipertensi
     Timun secara empirik (baca: turun-temurun) memang dapat menurunkan tekanan darah. Walaupun belum banyak penelitian yang membahas efektivitas timun dalam menurunkan tekanan darah. Seberapa banyak yang harus dimakan dan berapa kali sehari juga belum diketahui secara pasti. Lagi pula banyak penderita yang merasa eneg apabila harus terus menerus mengkonsumsi timun. Sebaiknya gunakan obat anti hipertensi (yang diresepkan dokter anda) dengan dosis yang tepat dan sudah terbukti  efektif mengontrol tekanan darah

7. Hipertensi dapat disembuhkan
    Ini bukan berita buruk..hipertensi memang tidak dapat disembuhkan tapi bisa terkontrol caranya dengan modifikasi gaya hidup dan minum obat teratur. 90% penyebab hipertensi adalah idiopathic atau bahasa kerennya belum bisa dijelaskan. Tetapi dicurigai faktor pemicunya adalah faktor keturunan dan gaya hidup tidak sehat seperti kurang aktivitas, merokok, makan yang tidak sehat dan stress.

Buat anda yang mempunyai faktor resiko keturunan (anggota keluarga ada yang hipertensi), sebaiknya harus lebih hati-hati, mari modifikasi gaya hidup, yang masih merokok? berhenti total! yang malas gerak? daftar fitnes atau ikut senam, yang suka makan junk or fast food? belajar makan sayur dan buah ya.. yang suka stress?? perbanyak ibadah nya :)

sekian sedikit info dari saya, semoga bisa memberi manfaat bagi yang membacanya.
  
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: SALAH KAPRAH HIPERTENSI
Ditulis oleh doddy rizqi
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://doddyrizqi.blogspot.com/2012/11/salah-kaprah-hipertensi.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

15 komentar:

winda wahyuni mengatakan...

poin no 4 dod..paling sering ditemui ya karena salah kaprah itu

doddy rizqi mengatakan...

sudah tugas kita member edukasi dengan tepat win :)

tiotio mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
tiotio mengatakan...

ijin copas infonya ke Blog ane ya mas bos
www.eatandsaving.blogspot.com

doddy rizqi mengatakan...

silahkan bos :)

Daukhan P mengatakan...

Alhamdulillah... artikelnya sungguh sangat bermanfaat.. tensi saya 140/90, tapi karena ketidak-tahuan saya, saya tidak pernah minum obat anti-hipertensi.. tetapi ternyata saya salah.. dengan membaca artikel ini, saya jadi lebih faham. thanks a lot mas bro.. salam kenal ya..

doddy rizqi mengatakan...

semoga bermanfaat ya mas daukhan...salam kenal juga :)

ninjahakari mengatakan...

Pak, kalo setelab minum obat dan tekanan darah kembali normal dapatkah penderita hanya mnjaga pola makan saja, obatnya tdk minum lg.tq

Anonim mengatakan...

Apakah penderita hipertensi boleh melakukan olah raga yg berat seperti beladiri, renang atau bahkan body building? kalau tidak, kira2 apa olah raga atau latihan fisik yang di anjurkan atau seperti apa? Apakah yoga baik untuk penderita hipertensi?

leo patra mengatakan...

izin copas ya bos..thank you membantu bngett

andrea wahyu mengatakan...

ijin bertanya... kami di TNI setiap periodik melakukan kesemaptaan ( tes kesegaran jasmani) berapa batas tensi yang diperbolehkan untuk smapta tsbt?

Unknown mengatakan...

dr. Doddy, terimakasih atas artikelnya, saya punya beberapa pertanyaan
1. mana tekanan darah yang sebenarnya paling berpengaruh terhadap komorbid kardiovaskular, sistol atau diastol?
2. saya dapat dari kuliah bahwa diastol menggambarkan resistensi perifer, terus kalo sistol merepresentasikan apa ya dok?

bengkel cincin mengatakan...

obat darah tinggi yang bagus dan manjur apa ya , mohon pencerahannya ?

bengkel cincin mengatakan...

obat darah tinggi

obat hipertensi
obat stroke

Nasib Nasib mengatakan...

kunjungi halaman web ini. Tempat Backlink Berpagerank Tinggi Berkualitas Harga Murah


lihat halaman Manfaat membaca surat maryam bagi ibu hamil dan melahirkan



Kunjungi website kami. Download contoh proposal pembuatan penelitian PTK dan PTS



lihat detail produk Jual buku pendidikan perpajakan ekonomi akutansi untuk pelajar


lihat penjelasan selengkapnya Manfaat membaca surat yusuf bagi ibu hamil dan melahirkan


lihat penjelasan selengkapnya Review Kamera Smartphone Asus Teknologi Samsung

Posting Komentar

Belajar SEO dan Blog support Online Shop Aksesoris Wanita - Original design by Bamz | Copyright of LONG LIFE LEARNING.