Mabuk kepahiang

Posted by doddy rizqi Jumat, 09 November 2012 0 komentar
Pernah dengar kata mabuk kepayang? Pasti sering dengar kan? Biasanya kata tersebut muncul kalo kita ngomongin cewe cantik, misal "wah cantik banget tu cewe, bikin mabuk kepayang kalo di deket dia" atau "gile tu orang, pake parfum nyengat amat, orang disekitarnya pasti pada mabuk kepayang". Dari saya kecil sampe kuliah, dari hidup di kalimantan sampai besar di tanah jawa kata mabuk kepayang relatif mudah ditemui. Saya pun tidak pernah terusik atau sekedar ingin tau asal muasal kata KEPAYANG tersebut.
Hingga suatu saat saya agak bernasib kurang beruntung, saya dapat undian penempatan dokter dari kemenkes di bengkulu, sumatera, sementara teman-teman saya dapat tempat yang relatif enak seperti jogja, ponorogo, malang, bahkan di pulau wisata lombok. Tapi saya tetap berpikir positif, ditempatkan di bengkulu pasti ada hikmahnya, toh saya juga belum pernah kesana :-) .

Akhirnya pada hari yang sudah ditentukan berangkatlah kami para 12 dokter utusan kemenkes (dokter internship) ke bengkulu, sebuah propinsi yang dulu sempat menjadi pengkalan armada inggris. Begitu tiba di bengkulu kami menginap semalam di bapelkes dinas kesehatan provinsi, disana kami diberi pengarahan. Hal yang sedikit mengecewakan adalah baru menginap semalam sudah mati air dan pas banget saat mau solat subuh saya dan teman kebetulan mau buang air kecil, alhasil setelah minta izin sama penunggu pohon, kami menuntaskan hajat kami, itu pun pake acara manjat pagar dulu.


Pada saat pengarahan kami diberi tahu jika kami di tugaskan di kabupaten KEPAHIANG, kabupaten berusia 8 tahun yang letak geografisnya di atas gunung, dapat ditempuh 1-2 jam dari kota bengkulu. Setelah pengarahan kami semua konvoy naik mobil menuju kota kepahiang, ibu kota kabupaten kepahiang. Setelah sukses mabuk darat, perut dibuat mual, isi perut hampir keluar (maklum jalan lintas sumatera terkenal berkelok-kelok), kami pun sukses sampai di kota kepahiang. Kata pertama yang kami ucapkan adalah DINGIN!!!! Tapi ada hal lain yang membuat kami terpesona, Subhanallah...hamparan pegunungan benar-benar memanjakan mata kami, sesuatu yang belum pernah kami lihat di tanah jawa sekalipun..di tambah dengan udara pegunungan yang bersih tanpa polusi.
Inilah kepahiang, kabupaten baru yang baru berdiri 8 tahun silam...disini kami tinggal di bedeng. Bedeng adalah rumah kecil, disebut kamar kos juga bukan kamar kos, soalnya lebih besar. Disebut rumah juga bukan soalnya lebih kecil. Disebutnya ya bedeng, di kepahiang banyak bedeng yang disewakan. Setelah ngobrol-ngobrol sama penduduk aseli kepahiang barulah saya tau


KEPAHIANG itu adalah sejenis buah berukuran seperti kluwek, itu lho yang bumbu untuk rawon, buah ini relatif langka, bahkan orang aseli kepahiang pun masih banyak yang belum makan buah ini. Bisa dibilang ini adalah buah legendaris..konon siapa yang makan buah tersebut akan lupa daratan, akan mabuk atau teler seperti orang habis minum tuak. Maka dari itu muncul istilah MABUK KEPAYANG :-)

Apabila kita mengucapkan kata kepahiang dengan cepat maka lafalnya berubah, menjadi kepayang.
Saya pun mabuk kepayang, bukan karena sudah makan buah kepahiang, tapi setelah 6 bulan hidup disini saya merasakan keramahan warga dan indahnya alam kepahiang, apalagi jika anda sudah minum kopi khas disini :-)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Mabuk kepahiang
Ditulis oleh doddy rizqi
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://doddyrizqi.blogspot.com/2012/11/dokter-dan-bidan-harus-perlu-komunikasi.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Belajar SEO dan Blog support Online Shop Aksesoris Wanita - Original design by Bamz | Copyright of LONG LIFE LEARNING.